PRAPASKAH : APAKAH HANYA SEBATAS PANTANG DAN PUASA?

“Pertemuan Mingguan Group Promotor Gereja Sejati selama masa prapaskah


Narasumber :
Fr Frans Wawuru SVD
Sr Maria Angelina SND
Sr Fina MC
MC : Br Frans MTB

Pada kesempatan pertemuan virtual kali ini bersama dengan tiga narasumber mengulas tentang “Prapaskah : apakah hanya pantang dan puasa?”. Dalam pemaparannya Fr Frans SVD mengungkapkan bahwa puasa dan pantang lebih pada refleksi akan tema berkaitan erat dengan semangat dasar apa yang ada di dalam gereja kita sehingga menjalankan 40 hari puasa dan pantang menyongsong kebangkitan Tuhan. Puasa dan pantang lebih menekankan akan pertobatan. Pertanyaan bahwa masa Prapaskah hanya sebatas pantang dan puasa? Tidak hanya sebatas itu, tetapi lebih pada usaha setiap orang untuk mengubah diri dari segala perbuatan yang tidak baik. Sr Maria Angelina menambahkan bahwa masa prapaskah merupakan masa bagi umat Katolik untuk melakukan persiapan. Dalam masa itu apa saja yang dipersiapkan? Pantang dan puasa. Mengapa kita harus berpantang dan berpuasa? Pantang dan puasa bagi orang Katolik adalah lambang dari pertobatan. Masa prapaskah merupakan kesempatan untuk lebih rendah hati, mau meninggalkan segala kesombongan diri. Sr Fina MC menambahkan bahwa masa Prapaskah merupakan kesempatan untuk bertobat yang ditopang oleh rahmat Allah. Masa prapaskah merupakan masa dimana Yesus mengajak kita untuk bersama-sama mendaki gunung kesempurnaan. Serta kesempatan untuk kita kembali kepada jati diri sebagai manusia yang diciptakan sempurna adanya. Pada tahun ini keuskupan Semarang lebih menggaungkan tentang pertobatan ekologi. Semua umat diajak untuk melakukan pertobatan yakni mau berdamai dengan alam. Dapat kita ketahui bersama bahwa alam kita sedang tidak baik-baik saja. Kerusakan alam juga disebabkan oleh manusia. Maka perlu adanya perubahan dengan memulai melakukan hal-hal sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap alam atau lingkungan sekitar. Berusaha menghadirkan damai kepada sesama, alam ciptaan serta berani mengatakan “cukup”. Aturan pantang dan puasa dalam gereja Katolik ada dalam surat gembala yang dibagikan kepada semua umat sebelum memulai pantang dan puasa. Dalam menjalankan pantang dan puasapun terkadang dilanggar. Namun, perlu disadari bahwa terkadang karena kelemahan di dalam diri masing-masing sehingga jatuh dalam dosa. Maka perlu juga menyadari kemaharahiman Allah sehingga berusaha bangun lagi, mau memperbaiki diri dan menjalankan pantang puasa. Kesempatan terus-menerus diberikan oleh Tuhan, maka perlu menggunakan masa prapaskah untuk melakukan pantang, puasa dan pertobatan terus-menerus .

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai