
Namun Petrus masih juga belum mengerti siapa sebenarnya Yesus itu ketika Yesus berubah rupa dalam kemuliaanNya. Dia berpikir bahwa Yesus adalah salah satu dari nabi besar. Karena itu ia dengan spontan ingin membangun tiga tenda bagi Yesus, Musa dan Elia. Dalam hal ini Petrus masih menganggap dan memperlakukan Yesus sama dengan nabi-nabi lainnya. Karena itu tiba-tiba dari awan sebuah suara Bapa berkata: “Inilah Putraku yang terkasih, yang sangat kusukai. Dengarkan dia.” Suara Bapa ini dengan jelas mengungkapkan siapa Yesus itu. Dia bukan salah satu nabi, tapi Anak Allah sendiri yang kemudian akan wafat di salib demi dosa.
Yesus tidak seperti apa yang dipikirkan para murid tentang dia, yaitu salah seorang nabi. Maka mereka merasa bersalah karena salah memahami siapa Yesus sebenarnya.
Demikian halnya dalam hidup kita, kita tidak bisa menganggap Yesus hanya sebagai guru, sebagai teman, sebagai nabi, sebagai orang yang baik, tetapi lebih dari itu, Dia adalah Tuhan yang harus kita dengarkan dalam hidup. Untuk menunjukkan bahwa kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, kita hanya perlu mendengarkan firman-Nya dan menaatinya sepenuhnya.
Selamat Hari Minggu
Kesempatan mendengarkan Yesus