Sejarah Awal Mulanya Dibentuk Group Promotor Gereja Sejati

Awal mulanya dibentuk Group Promotor Gereja Sejati pada tanggal 02 November 2022 berasal dari gagasan utama Sr. Oktavia, FSGM yang meminta Fr. Shahrido Aritonang agar mengumpulkan orang-orang untuk Pertemuan Virtual. Kemudian Fr. Shahrido menghubungi saudara Anesius sinaga salah satu OMK dari stasi sei apung paroki aekknopan keuskupan agung Medan yang merupakan mahasiswa aktif dalam berorganisasi Gereja, agar meng-fasilitasi kegiatan tersebut dengan membentuk sebuah grup. Namun karena banyak yang bergabung dalam perjalan waktu, akhirnya terbentuklah satu grup itu dengan beranggotakan yang cukup banyak. Maka karena keyakinan untuk berkembang, akhirnya grup ini dipertahankan sebagai grup yang permanen & untuk saat ini memiki platform media sosial seperti instagram. Fb. Youtube. Tiktok
Yuk kenalan bersama pengurus @promotorgerejasejatii
….
Founder sdr @anesius_sinaga
Romo Pendamping @kardiaman_simbolon
Ketua periode baru br @arearon02
Divisi kerohanian suster tiktoker @aquinataadm
Divisi informasi frater @zetpaerunan
Sdr @friska_manalu_25
Sdr @annes_lau

Prio

Promotor gereja sejati, bisa juga diartikan sebagai penggerak atau pendorong menyebarkan kabar gembira tentang Yesus di zaman sekarang. Menjadi seorang katolik yang sejati. Berarti benar-benar murni, tulen,asli, tidak ada campuran. Artinya bahwa dorongan untuk mewartakan kabar gembira didasari oleh kesadaran oleh kesadaran bahwa keselamatan itu hanya datang dari Tuhan Yesus Kristus itu sendiri yang relah mati dikayu salib dan dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga untuk menebus dosa-dosa umat-Nya.

Gereja melambangkan tempat dimana umat katolik berkumpul beribadah memuji dan meluhurkan nama Tuhan.

Warna merah dan putih beserta pulaunya melambangkan pewartaan kabar gembira tidak hanya untuk diri sendiri melainkan menyeluruh khususnya diindonesia dari sabang sampai merauke. Karena kita Bineka Tungga Ika.

Gambar seorang suster memberikan bibit pohon kepada seorang anak muda.
Artinya harapan dari pendahulu yg dilambangkan dgn pohon kemudian diserahkan kepada kaum mudah dgn tujuan agar kaum muda dapat meneruskan misi pewartaan..bahwa anak muda atau kaum muda adalah masa depan Gereja. Jadi masa depan Gereja ada ditangan generasi muda sekarang.

Duc in altum (bertolaklah ketempat yang lebih dalam) artinya semangat yang dimiliki kaum muda dalam mewartakan kabar gembira harus keluar dari zona nyaman berani mewartakan kabar gembira itu ditengah-tengah dunia saat ini..

Bagaimana kehadiran kaum muda katolik dalam pewartaan bisa dirasakan dan berpengaruh kepada banyak orang …
Khusus bulan 5 & 10 diadakan doa rosario virtual

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai